Aris Merdeka Sirait : Lesti Kejora berpotensi Mengeksploitasi Anak

Sat, 22 Oct 2022 02:22:28am

Raolnewscom- Perdamaian antara Lesti Kejora dan Rizky Billar mengundang perhatian Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait. Arist menyebut ada tindakan eksploitasi terhadap anak yang dilakukan Lesti Kejora. Hal ini berkaitan dengan pencabutan laporan KDRT yang Lesti buat ke kepolisian hingga sempat menjadikan Rizky Billar tersangka.
Dalam pernyataannya, Lesti Kejora menyebut anak jadi alasan dirinya mencabut laporan kasus KDRT terhadap suaminya. Dia mengatakan bahwa anaknya masih butuh ayah.

Pernyataan ini menggelitik Arist Merdeka Sirait. Dia tidak bisa menerima anak dijadikan alasan buat Lesti Kejora berdamai dengan Rizky Billar. Hingga pada akhirnya muncul kecurigaan dari Arist bahwa alasan itu dibuat-buat agar Lesti Kejora dan Rizky Billar tidak kehilangan pekerjaan.

Selama ini Lesti dan Billar selalu bersama dalam menerima pekerjaan. Apabila salah satunya kena masalah pidana, terancam keduanya tidak dapat job yang sama lagi karena kontrak pekerjaan harus dibatalkan.

“Kemarin saat (Lesti) melaporkan Rizky Billar itu kan alasannya karena tindakan kekerasan dalam rumah tangga. Ada juga soal perselingkuhan Tidak ada alasan membawa anak untuk melindungi anaknya,” ujar Arist Merdeka Sirait.

“Iya, itu menjadikan anak sebagai alasan pencabutan laporan. Itu yang buat saya geram. Bagaimana kaitannya laporannya itu dengan anak? Tidak ada kaitannya,” tegas Arist Merdeka Sirait.

Arist menilai apa yang dilakukan Lesti Kejora ini bisa masuk ke dalam kategori eksploitasi anak. Apabila terbukti melakukan itu, maka Lesti Kejora bisa ditindak pidana dan dihukum.

Hal itu tertuang dalam Undang Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman pidana 5 tahun penjara.

“Saya melihatnya ini adalah sebuah praktek eksploitatif. Karena sesungguhnya, dia ya, dia bucin (budak cinta) terhadap suami dan ketakutan kehilangan job, kontrak-kontrak yang mungkin saja sudah ditandatangani gitu kan. Tetapi itu tidak mungkin dipakai sebagai alasan, akhirnya dia menggunakan kata anak ini,” papar Arist.

“Setiap apa yang dimaksud dengan eksploitatif unsur-unsurnya terpenuhi berdasar Undang Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 itu merupakan tindak pidana, ancamannya bisa 5 tahun,” tegas Arist Merdeka Sirait.(tim)

News Feed

Alzier Minta Tokoh Masyarakat Di Pesawaran Lawan ” SENGKUNI” Penyebar Fitnah Bupati

RAOLNEWS.COM – Alzier minta yang disebut sebagai bapak dan anak yang sudah tidak laku jual di Kabupaten pesawaran sebagai pihak yang menyebarkan fitnah dan merupakan pihak yang sudah tidak laku…

Apresiasi Advokat Anti Suap Yunizar Akbar, Penunjukan Komjen Reinhard Sebagai PLT Dirjen Pemasyarakatan

RAOLNEWS.COM -Menteri Hukum Dan Hak Azasi Manusia Yasonna H Laoly menunjuk Irjen Pol. Reinhard Silitonga sebagai PLT Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Sebelum menjabat sebagai PLT Dirjen Pemasyarakatan, Jenderal Polisi berbintang tiga…

Tuai Prestasi 82 Peserta Didik MAN 1 Bandar Lampung Lolos SNBP Unila 2024, Peringkat Pertama Se Lampung

RAOLNEWS.COM- Universitas Lampung merilis data hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2024 di kampus tersebut. Totalnya ada sebanyak 24.805 orang siswa SMA sederajat yang mendaftar Unila dari jalur SNBP….

Hanan Rozak di Usung Bakal Gubernur Lampung Dengan Ketua Golkar Arinal

BANDAR LAMPUNG, RAOLNEWSCOM – DPP Partai Golkar dikabarkan akan “mengusung” Hanan A. Rozak sebagai Bakal Calon Gubernur Lampung. Bersama Ketua Golkar Lampung Arinal Junaidi yang bakal di usung oleh Golkar….

RIRIN dan FAUZI Kandidat Pilbub Pringsewu, Kuat Mana Lawan Ipar Gubernur Untuk Peroleh Tiket Golkar

RAOLNEWS.COM – Dari tiga kandidat Calon Bupati Pringsewu yang di sebut sebut akan maju di Pilkada Pringsewu 2024 terdapat tiga nama santer dikalangan masyarakat, ternyata berdasarkan versi pelaporan LHKPN tahun…